Thursday, 16 May 2013

KESETIMBANGAN KIMIA (II)

PERTEMUAN II

KESETIMBANGAN KIMIA (PERTEMUAN II) - Hallo sobat blooging semua,bertemu lagi dengan saya ardianti di blog kesayangan yaitu "kimia is easy" dan di temani teman saya yaitu segelas minuman dingin dan sepiring roti.disni saya akan posting tentang kesetimbangan kimia pertemuan ke II yang dulunya saya pernah posting kesetimbangan kimia I mari diliat lagi DISINI.


A.    Pergeseran Kesetimbangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia
Asas Le Chatelier
Pada dasarnya, suatu reaksi kesetimbangan dapat digeser ke arah yang kita kehendaki dengan cara mengubah konsentrasi salah satu zat, dengan mengubah suhu, dan dengan mengubah tekanan atau volume gas. Seberapa besar pengaruh dari faktor-faktor luar tersebut terhadap kesetimbangan, dapat diramalkan berdasarkan pemahaman terhadap azas Le Chatelier yang dikemukakan oleh Henry Louis Le Chatelier (1850-1936) berikut : Jika terhadap suatu kesetimbangan dilakukan aksi (tindakan) tertentu, maka sistem itu akan sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Cara sistem berekasi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan.
Reaksi = -Aksi

Perubahan konsentrasi
Sesuai dengan azas le cathlier jika konsentrasi suatu komponen diperbesar, maka reaksi sitem adalah mengurangi komponen tersebut. Sebaliknya jika konsentrasi sistem diperkecil maka reaksi sistem adalah menambah komponen itu. Secara singkat, pengaruh konsentrasi terhadap kesetimbangan diuraikan sebagai berikut :
-    Jika salah satu konsentrasi zat diperbesar, reaksi akan bergeser dari arah zat tersebut
-    Jika salah satu konsentrasi zat diperkecil, reaksi akan bergeser ke arah zat tersebut

Tabel 2.1 Pengaruh Konsentrasi Terhadap kesetimbangan
No
Aksi
Reaksi
Cara Sistem Bereaksi
1
Menambah konsentrasi perekasi
Mengurangi konsentrasi perekasi
Bergeser ke kanan
2
Mengurangi konsentrasi perekasi
Menambah konsentrasi perekasi
Bergeser ke kiri
3
Memperbesar konsentrasi produk
Mengurangi konsentrasi produk
Bergeser ke kiri
4
Mengurangi konsentrasi produk
Memperbesar konsentrasi produk
Bergeser ke kanan
5
Mengurangi konsentrasi total
Memperbesar konsentrasi total
Bergeser ke arah yang jumlah molekul terbesar

Sumber : Irvan Permana, 2009

Contoh : 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) 

­          Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
­          Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
Perubahan tekanan atau volume
Perubahan tekanan tidak mempengaruhi konsentrasi zat padat mauoun cair murni. Oleh karena itu, koefisien zat cair tidak diperhitungkan pada perubahan tekanan. Sebaliknya, konsentrasi gas sangat dipengaruhi oleh perubahan tekanan. Pada umumnya, peningkatan tekanan (penurunan volume) menghasilkan reaksi bersih yang menurunkan jumlah total mol gas (reaksi balik), dan penurunan tekanan (peningkatan volume)  menghasilkan reaksi bersih yang meningkatkan jumlah total mol gas (reaksi maju). Untuk reaksi yang tidak menghasilkan perubahan jumlah mol gas, perubahan tekanan (volume) tidak berpengaruh pada posisi kesetimbangan.
-    Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil), reaksi akan bergeser ke arah jumlah mol gas yang lebih kecil
-    Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), reaksi akan bergeser ke arah jumlah mol gas yang lebih besar


Gambar 2.1 perubahan tekanan
Sumber : Irvan Permana, 2009

Contoh :
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)

Koefisien reaksi di kanan = 2
Koefisien reaksi di kiri = 4

Perubahan suhu
Jika suhu sistem kestimbangan dinaikkan, maka reaksi sistem menurunkan suhu, setimbang bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor (pihak reaksi endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan, maka setimbang bergeser ke pihak reaksi eksoterm.


Gambar 2.2 perubahan suhu
Sumber : Irvan Permana, 2009

Contoh :
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)           DeltaH(lambang)= -216 Kj

-    Jika suhu dinaikkan, reaksi akan bergeser ke arah reaksi endoterm
-    Jika suhu diturunkan, reaksi akan bergeser ke arah reaksi eksoterm

  
Penambahan katalisator
Dalam suatu reaksi kesetimbangan, pengaruh suatu katalisator adalah memperbesar laju reaksi maju dan reaksi balik dengan sama kuat. Suatu katalis akan mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. Kehadiran katalis akan menurunkan energi pengaktifan baik untuk reaksi maju maupun untuk reaksi balik, sehingga keduanya mempunyai laju yang lebih besar.
Perlu diperhatikan bahwa dalam reaksi kesetimbangan, adanya katalisator tidak mengakibatkan terjadinya pergeseran kesetimbangan, tetapi hanya mempercepat tercapainya keadaan setimbang. Dengan demikian, penambahan katalis dilakukan pada awal reaksi (sebelum kesetimbangan tercapai) karena penambahan katalis setelah tercapai kesetimbangan tidak akan ada gunanya.
  

  
  
Gambar 2.3 Penambahan Katalis

Sumber : Irvan Permana, 2009
           (Irvan Permana, 2009)

0 comments:

Post a Comment

 
Powered by Blogger.

Blogroll

Copyright © KIMIA IS EASY Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger