PERTEMUAN II
KESETIMBANGAN KIMIA (PERTEMUAN II) - Hallo sobat blooging semua,bertemu lagi dengan saya ardianti di blog kesayangan yaitu "kimia is easy" dan di temani teman saya yaitu segelas minuman dingin dan sepiring roti.disni saya akan posting tentang kesetimbangan kimia pertemuan ke II yang dulunya saya pernah posting kesetimbangan kimia I mari diliat lagi DISINI.
A.
Pergeseran Kesetimbangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan
kimia
Asas Le Chatelier
Pada dasarnya, suatu reaksi kesetimbangan dapat
digeser ke arah yang kita kehendaki dengan cara mengubah konsentrasi salah satu
zat, dengan mengubah suhu, dan dengan mengubah tekanan atau volume gas.
Seberapa besar pengaruh dari faktor-faktor luar tersebut terhadap
kesetimbangan, dapat diramalkan berdasarkan pemahaman terhadap azas Le
Chatelier yang dikemukakan oleh Henry
Louis Le Chatelier (1850-1936) berikut : Jika terhadap suatu kesetimbangan dilakukan aksi (tindakan) tertentu,
maka sistem itu akan sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi
pengaruh aksi tersebut. Cara sistem berekasi adalah dengan melakukan
pergeseran ke kiri atau ke kanan.
Reaksi = -Aksi
Perubahan
konsentrasi
Sesuai dengan azas le cathlier jika
konsentrasi suatu komponen diperbesar, maka reaksi sitem adalah mengurangi
komponen tersebut. Sebaliknya jika konsentrasi sistem diperkecil maka reaksi
sistem adalah menambah komponen itu. Secara singkat, pengaruh konsentrasi
terhadap kesetimbangan diuraikan sebagai berikut :
- Jika
salah satu konsentrasi zat diperbesar, reaksi akan bergeser dari arah
zat tersebut
- Jika
salah satu konsentrasi zat diperkecil, reaksi akan bergeser ke arah
zat tersebut
Tabel 2.1 Pengaruh Konsentrasi Terhadap kesetimbangan
|
No
|
Aksi
|
Reaksi
|
Cara Sistem Bereaksi
|
|
1
|
Menambah konsentrasi perekasi
|
Mengurangi konsentrasi perekasi
|
Bergeser ke kanan
|
|
2
|
Mengurangi konsentrasi perekasi
|
Menambah konsentrasi perekasi
|
Bergeser ke kiri
|
|
3
|
Memperbesar konsentrasi produk
|
Mengurangi konsentrasi produk
|
Bergeser ke kiri
|
|
4
|
Mengurangi konsentrasi produk
|
Memperbesar konsentrasi produk
|
Bergeser ke kanan
|
|
5
|
Mengurangi konsentrasi total
|
Memperbesar konsentrasi total
|
Bergeser ke arah yang jumlah molekul
terbesar
|
Sumber : Irvan Permana, 2009
Contoh : 2SO2(g) + O2(g)
⇌ 2SO3(g)
Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan
gas SO2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas
O2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
Perubahan
tekanan atau volume
Perubahan tekanan tidak
mempengaruhi konsentrasi zat padat mauoun cair murni. Oleh karena itu,
koefisien zat cair tidak diperhitungkan pada perubahan tekanan. Sebaliknya,
konsentrasi gas sangat dipengaruhi oleh perubahan tekanan. Pada umumnya,
peningkatan tekanan (penurunan volume) menghasilkan reaksi bersih yang menurunkan
jumlah total mol gas (reaksi balik), dan penurunan tekanan (peningkatan
volume) menghasilkan reaksi bersih yang
meningkatkan jumlah total mol gas (reaksi maju). Untuk reaksi yang tidak
menghasilkan perubahan jumlah mol gas, perubahan tekanan (volume) tidak
berpengaruh pada posisi kesetimbangan.
- Jika
tekanan diperbesar (volume diperkecil), reaksi akan bergeser ke arah jumlah
mol gas yang lebih kecil
- Jika
tekanan diperkecil (volume diperbesar), reaksi akan bergeser ke arah jumlah
mol gas yang lebih besar
Gambar 2.1
perubahan tekanan
Sumber : Irvan Permana, 2009
Contoh :
N2(g) + 3H2(g)
⇌ 2NH3(g)
Koefisien reaksi di
kanan = 2
Koefisien reaksi di
kiri = 4
Perubahan suhu
Jika suhu sistem kestimbangan dinaikkan, maka reaksi
sistem menurunkan suhu, setimbang bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor
(pihak reaksi endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan, maka setimbang
bergeser ke pihak reaksi eksoterm.
Gambar 2.2
perubahan suhu
Sumber : Irvan Permana, 2009
Contoh :
2NO(g)
+ O2(g) ⇌
2NO2(g) DeltaH(lambang)= -216 Kj
- Jika
suhu dinaikkan, reaksi akan bergeser ke arah reaksi endoterm
- Jika
suhu diturunkan, reaksi akan bergeser ke arah reaksi eksoterm
Penambahan
katalisator
Dalam suatu
reaksi kesetimbangan, pengaruh suatu katalisator adalah memperbesar laju reaksi
maju dan reaksi balik dengan sama kuat. Suatu katalis akan mempercepat reaksi
dengan cara menurunkan energi aktivasi. Kehadiran katalis akan menurunkan
energi pengaktifan baik untuk reaksi maju maupun untuk reaksi balik, sehingga
keduanya mempunyai laju yang lebih besar.
Perlu
diperhatikan bahwa dalam reaksi kesetimbangan, adanya katalisator tidak mengakibatkan
terjadinya pergeseran kesetimbangan, tetapi hanya mempercepat tercapainya
keadaan setimbang. Dengan demikian, penambahan katalis dilakukan pada awal
reaksi (sebelum kesetimbangan tercapai) karena penambahan katalis setelah
tercapai kesetimbangan tidak akan ada gunanya.
Gambar
2.3 Penambahan Katalis
Sumber : Irvan Permana, 2009
(Irvan Permana, 2009)







0 comments:
Post a Comment